PKM Tanah Abang Banyak Dikritik, Wagub Sandiaga Klaim Macet Turun 56%

By | January 11, 2018

Kebijakan baru Pemprov (Pemerintah Provinsi) DKI Jakarta untuk mengubah ‘wajah’ kawasan Tanah Abang memang sudah dilakukan sejak Jumat (22/12) pekan lalu. Hanya saja keputusan untuk memberikan tenda gratis dan membiarkan ratusan PKL berjualan di depan stasiun Tanah Abang masih memicu kontroversi. Terutama bagi para pedagang Pasar Blok G yang merasa keberadaan ratusan PKL itu mematikan usaha mereka.

 

Ramainya kontroversi membuat Wakil Gubernur DKI Jakarta yakni Sandiaga Uno pun angkat bicara. Menurut Wagub Sandiaga, pihaknya sudah menjelaskan secara rinci mengenai penempatan Pengusaha Kecil Mandiri (PKM) di depan stasiun Tanah Abang kepada Polda Metro Jaya. Sandiaga berdalih jika penempatan PKM itu serupa dengan kondisi pada saat event Car Free Day (Hari Bebas Kendaraan), seperti dilansir Detik.

 

Sandiaga mengklaim jika konsep baru Tanah Abang ini berdampak pada penurunan laporan kemacetan yang dihitung berdasarkan data di aplikasi Waze. Pernyataan Wagub Sandiaga ini dipastikan oleh Setiaji selaku Kepala Unit Jakarta Smart City. “Di Waze itu kan ada pengguna yang melaporkan kondisi kemacetan. Di Jakarta ini ada sekitar dua juta pengguna aktif Waze setiap hari yang melaporkan kemacetan dan itu coba kita hitung. Dari data yang ada, laporan kemacetan Selasa (26/12) masuk 3.263 sedangkan pada Kamis (21/12) mencapai 11.063 laporan. Berkurang signifikan.”

 

Hanya saja meskipun begitu, Wagub Sandiaga menilai jika laporan kemacetan belumlah final mengingat data yang masuk terbantu dari musim liburan di mana banyak warga Jakarta pergi keluar kota. Namun Sandiaga tak menampik jika kemacetan memang turun sekitar 56% setelah konsep baru PKM Tanah Abang diterapkan. Demi mendapatkan data yang valid, Sandiaga akan menunggu data setelah bulan Januari.

 

PKM Tanah Abang Serap 3.200 Pekerja

 

Dalam kesempatan yang sama, Wagub Sandiaga juga menyebut kalau 400 PKM yang berjualan di depan stasiun Tanah Abang bisa menyerap ribuan tenaga kerja. Dirinya mengambil contoh jika satu PKM yang dulu disebut PKL kini bisa mempekerjakan delapan orang lebih dan jika dihitung kasar, akan ada 3.200 potensi pekerja baru.Klaim Sandiaga ini berdasarkan data pengusaha kecil dan menengah berbasis fashion biasanya mempekerjakan delapan orang atau lebih.

 

Tak Langgar Aturan, PKM Tanah Abang Hanya Sementara

 

Kendati menyebutkan jika kebijakan PKM Tanah Abang tidak melanggar UU, Wagub Sandiaga mengungkapkan kalau penempatan PKM di salah satu ruas jalan depan stasiun Tanah Abang itu hanyalah sementara karena nantinya bakal direlokasi sembari menunggu TOD (Transit Oriented Development) yang digagas oleh PD Pasar Jaya dan PT KAI bersama BUMN lain.Pemprov DKI sendiri sekarang sedang menyusun konsep integrasi antara stasiun Tanah Abang dengan Pasar Blok G.

 

Nantinya seluruh PKM di depan stasiun Tanah Abang akan dipindahkan ke Blok G setelah bangunan baru Blok G Pasar Tanah Abang selesai dikerjakan. Untuk meningkatkan lalu lintas transaksi di Blok G, Sandiaga berharap jika Light Rapid Transit (LRT) akan terintegrasi dengan Blok G. Bicara soal pembangunan gedung baru Blok G, memang jadi salah satu rencana PD Pasar Jaya di mana peletakan batu pertama (groundbreaking) dilaksanakan pada Januari 2018 dan selesai dalam waktu dua tahun.

 

Hanya saja Jaya Arief Nasruddin selaku Dirut PD Pasar Jaya mengungkapkan jika saat pembangunan gedung baru berjalan, pedagang yang berjualan di Blok G akan dipindahkan ke tempat sementara yang belum diketahui di mana lokasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *