Mabuk dan Merokok Saat Tahun Baru, Radja Nainggolan Dihukum AS Roma?

By | January 13, 2018

Sebagai pemain sepakbola, karier Radja Nainggolan memang bisa dibilang cukup moncer. Pemain kelahiran Belgia ini bahkan menjadi salah satu gelandang terpenting yang dimiliki klub Italia, AS Roma. Bagi Indonesia, sosok Radja begitu dekat karena di dalam tubuh pria berusia 29 tahun itu mengalir darah suku Batak dari sang ayah, Marianus Nainggolan.

 

Hanya saja dalam beberapa hari terakhir, nama Radja diperbincangkan karena ulahnya di malam Tahun Baru. Mantan pemain Cagliari itu ketahuan mengonsumsi minuman keras dan merokok yang kemudian direkam Radja lewat fitur Instagram Live di akun pribadinya. Tak butuh waktu lama, pria yang bermain untuk Timnas Belgia sejak tahun 2009 itu langsung banjir kecaman dari banyak pihak.

 

Menyadari kesalahannya, Radja pun meminta maaf lewat Instagram dalam tulisan berbahasa Italia. “Saya meminta maaf atas apa yang terjadi di malam Tahun Baru. Seperti yang kalian tahu, saya suka berpesta bersama teman di malam pergantian tahun. Namun pada malam kemarin saya terlalu berlebihan. Saya lihat kemarin adalah malam yang spesial dan tidak masalah melakukan sesuatu yang baru namun kemarin adalah hal yang di luar batas. Tentu, saya tidak ingin menjadi contoh yang buruk. Untuk alasan ini, saya meminta maaf akan kelakuan saya,” seperti dilansir Indosport.

 

Sementara itu, I Giallorossi masih bungkam mengenai ulah Radja. Hanya saja media Gazzeta dello Sport menyebutkan jika petinggi Roma siap untuk memanggil dan bertemu dengan Radja. Apakah ini artinya Radja bakal mendapatkan hukuman?

 

Radja Sebut Permainan AS Roma Kurang Kejam

 

Ada yang bilang tindakan Radja di malam Tahun Baru tak ubahnya senjata makan tuan. Karena saat bertandang ke markas Juventus hari Minggu (24/12) pekan lalu, Roma harus rela kalah 1-0. Kekalahan itu membuat Radja mengeluh dan menilai jika seharusnya Roma bermain kotor sehingga bisa mempermalukan Bianconeri.

 

“Kami menyiapkan pertandingan yang berbeda, tapi kami memiliki peluang. Jika anda melihat Juve, anda bisa melihat betapa kejamnya mereka. Kita harus melakukan pekerjaan kotor agar bisa lebih menguntungkan. Selalu ada sesuatu yang hilang bahkan jika kita memiliki peluang. Mereka mencetak gol karena kecerobohan Dewa Poker kami,” curhat Radja.

 

Dalam data statistik pertandingan sehari sebelum Natal itu, penguasaan bola sebetulnya ada pada AS Roma dengan 58:42. Hanya saja tim tamu hanya dua kali melakukan shoot on target dari 14 tembakan. Sementara Juventus berhasil melakukan 8 shoot on target dari 22 kali percobaan. Hingga akhirnya Medhi Benatia berhasil mencetak gol tunggal berkat tendangan sudut Miralem Pjanic yang menyelamatkan muka Juventus di depan pendukungnya.

 

Pulih Cepat, Radja Bukanlah Manusia

 

Meskipun melakukan ulah yang mencoreng kariernya sebagai pesepakbola profesional, Radja sebetulnya pernah membuat AS Roma tercengang. Pada bulan November lalu, Radja mengalami cedera tulang selangka. Hanya saja cuma berselang delapan hari, Radja langsung pulih yang bahkan membuat rekannya di Roma, Diego Perotti terkejut. Dianggap mustahil, mantan pemain Sevilla itu bahkan meminta tim medis memeriksa Radja karena manusia tak mungkin bisa pulih secepat dirinya.

 

Bukan cuma Perotti yang terkejut, pelatih Roma yakni Eusebio Di Fransesco itu juga sangat heran. Mantan pelatih Sassuolo itu terkejut karena Radja bermain impresif saat Roma bertanding derby melawan Lazio pada 19 November 2017. Saat itu Roma berhasil menang 2-1 dan Radja menyumbangkan satu gol di menit ke-53.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *