‘JUSTICE LEAGUE 2’ Bakal Tampilkan Musuh Super Kuat Yang Baru

By | January 14, 2018

Dibandingkan Marvel-Disney dengan Marvel Cinematic Universe (MCU), DC-Warner Bros memang cukup tertinggal jauh dalam mengembangkan DC Extended Universe (DCEU). Sekedar informasi, MCU sudah dimulai sejak tahun 2008 dan telah melahirkan 17 film dengan total budget USD 3,2 miliar dan mengumpulkan USD 13,5 miliar dari pendapatannya di seluruh dunia.

 

Sementara itu seteru abadi mereka yakni DCEU baru memulainya pada tahun 2013 dan masih menghasilkan lima film. Dengan budget total USD 1 miliar dan box office mencapai USD 3,7 miliar di seluruh dunia. Jika memang ingin ikut serta dalam hagemoni film-film superhero Hollywood, maka DCEU wajib hukumnya untuk melaju secepat mungkin dan memperkenalkan karakter-karakter agen poker terpercaya baru mereka.

 

Hal itu ditunjukkan DC-Warner Bros usai merilis JUSTICE LEAGUE pada 17 November 2017 kemarin. Kabarnya proyek JUSTICE LEAGUE 2 sudah mengambil jadwal 14 Juni 2019 untuk dirilis. DC menjanjikan jika musuh yang muncul dalam JUSTICE LEAGUE 2 akan jauh berbeda dari sosok Steppenwolf (Ciarán Hinds). Movie Web membocorkan jika tim penjahat baru Legion of Doom bakal tampil di JUSTICE LEAGUE 2. Kemunculan Legion of Doom ini seolah dikuatkan lewat kehadiran Deathstroke (Joe Manganiello) dalam ending JUSTICE LEAGUE.

 

Box Office ‘JUSTICE LEAGUE’ Yang Kurang Menggembirakan

Jika dibandingkan dengan film pertama gabungan para superhero milik MCU yakni THE AVENGERS (2012), JUSTICE LEAGUE memang masih kalah. THE AVENGERS dibuat dengan budget USD 220 juta dan mengumpulkan pendapatan global mencapai USD 1,5 miliar. Sementara JUSTICE LEAGUE, bahkan tak mencapai setengah box office THE AVENGERS karena cuma menghasilkan USD 652,3 juta dari budget USD 300 juta.

 

Efek CGI yang begitu buruk dan alur cerita yang tidak baik serta dugaan pergantian sutradara dari Zack Synder ke Joss Whedon adalah penyebab kenapa pendapatan JUSTICE LEAGUE melempem. Dengan hasil yang di bawah harapan, petinggi DC-Warner Bros pun langsung melakukan pergantian di jajaran direksi mereka. Gamespot melaporkan jika pada Desember 2017, dua petinggi DC yakni Jon Berg dan Geoff Johns resmi digantikan oleh produser Walter Hamada.

 

Hamada sejauh ini meraih sukses sebagai produser film-film horor seperti IT, THE CONJURING dan ANNABELLE. Seperti apa tangan dingin Hamada bekerja, tentu baru akan bisa dilihat lewat performa AQUAMAN secara box office pada 21 Desember 2018 dan SHAZAM pada5 April 2019. Mengingat jika Hamada pernah bekerja sama dengan sutradara James Wan dan David F Sandberg yang masing-masing mengarahkan AQUAMAN dan SHAZAM lewat film-film horor sebelumnya, tentu Hamada adalah solusi terbaik baik masa depan DC-Warner Bros.

 

Pemeran Superhero DC Ingin ‘Bertarung’ Dengan Para Avengers

Sudah jadi rahasia umum jika Marvel dan DC memang begitu bersaing sejak dulu. Namun pada awal November 2017 kemarin, kepada NewsAsia, para pemeran superhero di film JUSTICE LEAGUE justru mengungkapkan kemungkinan bersatunya superhero Marvel dan DC dalam sebuah film. Tiga aktor yakni Henry Cavill (Superman), Gal Gadot (Wonder Woman) dan Jason Momoa (Aquaman) merasa begitu semangat dengan rencana itu. Sementara Ben Affleck (Batman) dan Ray Fisher (Cyborg) memilih menjawab hati-hati.

 

Para aktor dan aktris itu bahkan dengan jujur mengakui sebagai penggemar superhero baik dari DC atau Marvel. Sehingga melihat para superhero berbeda dunia itu bersatu dan bertarung, akan jadi sebuah hal yang seru. Apakah kamu juga menantikannya?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *