Anak Palestina Meminta Dunia untuk Mengakhiri Krisis Kemanusiaan Gaza

By | February 9, 2018

Aksi besar terjadi di Kota Gaza, pada hari Minggu (4/1). Puluhan anak Palestina pasalnya menggelar aksi demo di sana untuk menyerukan pada komunitas internasional supaya mereka bisa turut campur tangan dalam upaya mengakhiri krisis ekonomi yang ada di wilayah Palestina yang dikepung oleh Israel.

Aksi Solidaritas Anak-Anak Palestina

Anak-anak Palestina itu pasalnya mengibarkan spanduk yang mana mengecam pengepungan Israel yang dilakukan di wilayah mereka. Tidak hanya itu mereka juga mendesak Israel untuk membuka perlintasan Gaza. Tuntutan yang lainnya adalah permintaan adanya akses air minum yang bersih dan juga adanya fasilitas kesehatan yang layak. Kampanye yang mana diusung oleh Koalisi Badan Amal Palestina ini bertajuk “Save Gaza”.

Nazih Al-Banna selaku Direktur kampanye ini mengatakan kepada kepala kantor berita Xinhua yang dilansir dari CNN Indonesia bahwa aksi ini pasalnya digelar “sejalan dengan adanya penderitaan yang diakibatkan oleh pengepungan Israel yang malah memperparah krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza juga.

Krisis Ekonomi di Gaza

Jalur Gaza yang menjadi tempat tinggal lebih dari 2 juta orang Palestina menghadapi kekurangan kebutuhan dasar yang sangat parah. Misalnya saja hampir setiap hari aliran listrik di sana padam dan kondisi air minumnya sangat kotor dan tak layak dikonsumsi oleh para penduduknya. Keterpurukan ekonomi yang ada di Jalur Gaza juga semakin memarah karena perpecahan internal antara Hemas yang mana menguasai Gaza semenjak tahun 2007 silam dan juga Pemerintah Palestina yang ada di Ramallah yang ada di Tepi Barat yakni Fatah.

Beberapa pegawai perusahaan kebersihan yang ada di Jalur Gaza memiliki rencana untuk menggelar aksi protes karena belum mendapatkan gaji togel singapura yang seharusnya mereka dapatkan selama 4 bulan. Ada kurang lebih 800 orang pekerja yang menangani bagian kebersihan yang ada di berbagai rumah sakit di wilayah Jalur Gaza.

Salah seorang pekerja kebersihan yang ada di Jalur Gaza dikutip dari CNN Indonesia mengatakan, “Saya tak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga saya, dengan 8 anggota karena gaji yang belum juga dibayarkan selama berbulan-bulan belakangan ini.”

Rumah Sakit Juga Berhenti Beroperasi

Sementara itu, ada 10 pusat medis dan juga 3 rumah sakit di Jalur Gaza yang telah menghentikan layanannya karena mereka kehabisan bahan bakar. Hal ini diungkapkan oleh Kementerian Kesehatan Palestina. Rumah sakit di wilayah Jalur Gaza pasalnya memerlukan 450.000 liter bahan bakar setiap bulannya untuk bisa mengoperasikan generator pembangkit listrik yang dimilikinya.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Palestina, Ashraf Al-Qedra, mengonfirmasi bahwa rumah sakit itu sudah menghentikan operasinya termasuk pengobatan dan juga pasien dipindahkan ke instalasi kesehatan yang lainnya di daerah kantung itu. “Empat puluh lima persen obat dasar dan juga pasokan medis sudah habis di instalasi Kementerian itu dan ada 58% pasokan laboratorium dan bank juga sudah habis,” imbuhnya.

Ia memperingatkan konsekuensi besar yang mana mesti ditanggung sektor kesehatan akibat krisis bahan bakar pada pasien yang ada di Jalur Gaza. Sebanyak kurang lebih 13 rumah sakit serta 54 klinik kesehatan dasar yang mana dikelola Kementerian Kesehatan Palestina menanggung tak kurang lebih dari 95% layanan kesehatan yang ada di Jalur Gaza. Sekarang ini, 120 megawatts listrik yang ada di wilayah Jalur Gaza dipasok oleh Israel sementara itu Mesir menyediakan 43 megawatts. Keadaan ini amat sangat memprihatinkan bagi dunia tentunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *