May 15

Video Guru Tampar Siswa di Purwokerto Mendadak Viral

Media sosial mendadak gempar sejak Kamis (19/4) kemarin karena video seorang guru SMK yang tengah menampar muridnya beredar. Terungkap bahwa video berdurasi 29 detik itu direkam di SMK Kesatrian Purwokerto. Dan sang guru yang melakukan aksi tak terpuji itu adalah guru mapel Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dengan inisial LK.

 

Inayah Rahmawati selaku Wakil Kesiswaan SMK Kesatrian Purwokerto menyebutkan bahwa kejadian terjadi pada pukul 08.30 WIB saat mapel TKJ. Siswa yang ditampar berinisial L dan diduga terlambat masuk ke dalam kelas karena masih di kantin sementara pelaku agen togel online sudah di ruangan. Kemarahan LK ini diduga karena akumulasi kelakuan korban yang duduk di bangku kelas XI ini sering tidak mengerjakan tugas dan sering bolos, seperti dilansir Detik.

 

Kendati begitu, Inayah menyayangkan aksi LK dan langsung menyelesaikan permasalahan itu lewat mediasi dan L diperiksa ke dokter, tapi videonya viral terlebih dulu. Yang mengejutkan pengrekam adalah siswa DF, teman sekelas L dan dia melakukan aksinya atas perintah guru LK. LK berdalih bahwa video itu awalnya hanya sebagai pembelajaran intern dan diunggah di grup kelas saja.

 

Menyadari videonya viral, LK pun melakukan klarifikasi lewat sebuah video pada Jumat (20/4). Dalam video klarifikasi, LK mengakui bahwa dia yang menampar beberapa murid di kelas dengan sebuah tujuan. Bertanya apakah dirinya mengancam dan mengintimidasi, para siswa yang jadi korban pun membantahnya. Bahkan LK bersedia jika para korban yang dendam bisa balas menamparnya. Di akhir video, LK pun meminta maaf dan berharap para orangtua murid bisa memahami aksinya.

 

Ada 9 Korban Tamparan Sang Guru

 

Hanya saja aksi LK ini rupanya berbuntut Polres Banyumas turun tangan. Bahkan AKBP Bambang Yudhantara Salamun selaku Kapolres Banyumas menyebut kalau ada sembilan murid yang jadi korban penamparan guru LK. Mendalami kasus tersebut, kepolisian pun memeriksa sedikitnya 13 orang saksi termasuk orangtua siswa dan siswa di dalam ruangan kelas.

 

Bahkan AKBP Bambang menyebut kalau dua orang korban di antaranya mengeluhkan telinga berdengung dan tak bisa mendengar. Kedua korban itupun langsung mendapat perawatan medis pada Kamis (19/4) malam dan kondisinya kini semakin membaik. Karena jika kondisi telinga mereka masih berdengung dan bermasalah, akan dirujuk ke dokter spesialis THT.

 

Dilaporkan, Guru Penampar Diamankan Polisi

 

Tidak terima dengan perlakuan LK kepada anak-anak mereka, orangtua korban pun melaporkan kejadian ini ke Polres Banyumas sejak Kamis (19/4). Bahkan setelah ulahnya viral, sejumlah anggota ormas langsung bergerak mendatangi SMK Kesatrian Purwokerto pada ukul 15.00 WIB. Tak ingin situasi bertambah runyam, kepolisian langsung mengamankan LK dan para murid yang jadi korban penamparan.

 

Hingga Jumat (20/4), guru LK yang terpaksa menginap di Mapolres Banyumas pun terus menjalani pemeriksaan. Pengamanan LK memang dipicu karena aksi kekerasannya yang meskipun sudah merilis video klarifikasi, sama sekali tak dibenarkan.Bahkan video klarifikasi LK itu dijadikan salah satu barang bukti mengenai aksi penamparan yang dia lakukan dengan sadar.

 

Aksi LK itu langsung mengundang reaksi publik termasuk dari Menteri PPPA, Yohana Yembise. “Guru diperbolehkan untuk mendisiplinkan siswa di sekolah namun tentu dengan cara-cara tanpa kekerasan yakni dengan meneapkan Disiplin Positif. Saya berharap semua orang dewasa dapat menerapkan Disiplin Positif ketika berinteraksi dengan anak terutama tenaga pendidik di sekolah. Orang dewasa harus jadi teladan bagi anak,” seperti dilansir SINDOnews.

Leave a Reply

Your email address will not be published.