May 15

PM Papua Nugini Hadapi Mosi Tidak Percaya Usai Tiga Menteri Mundur

Deskripsi singkat: PM Papua Nugini, Peter O’Neill, yang sudah sejak lama didesak mundur kembali lagi hadapi mosi tidak percaya usai 3 menterinya mundur.

PM Papua Nugini Hadapi Mosi Tidak Percaya Usai Tiga Menteri Mundur

Peter O’Neill, Perdana Menteri Papua Nugini, terancam menghadapi mosi tidak percaya setelah 3 orang menterinya mengundurkan diri secara bersamaan hari ini, Jumat (3/5). “Kami akan meminta perdana menteri untuk mundur,” kata Puka Temu, Menteri Kesehatan Papua Nugini, dilansir dari CNN Indonesia.

Peter O’Neill didesak Mundur

Pernyataan tersebut pasalnya dilontarkan tidak lama setelah Menteri Pertahanan, Menteri Kehutanan dan juga Menteri Kesehatan Papua Nugini mengundurkan diri hari Jumat (3/5) ini secara bersamaan. Menurut Temu sendiri, ketidakpercayaan jajaran cabinet pada O’Neill ini sudah ada sejak lama. Jadi, isu ini bukan lah isu terbaru lagi.

Partai O’Neill sendiri sekarang juga sudah tidak lagi popular. Bahkan togel hk mereka hanya menduduki sebagian kecil kursi di parlemen. Sedangkan partai sekutu O’Neill pun mendesak terus supaya ia secepatnya mundur dari jabatannya.

“Dia menolak. Saya kecewa dengan cara perdana Menteri memimpin Papua Nugini,” kata Temu lagi.

Kepemimpinan O’Neill selama ini selalu diwarnai dengan isu korupsi besar-besaran. Tidak hanya itu, kejahatan investasi dengan skala besar yang mana menyebabkan utang negara jauh membengkak pun dilakukannya. Sehingga, kepemimpinnan O’Neill benar-benar tidak memihak pada rakyat, malah sebaliknya, merugikan rakyat Papua Nugini.

Papua Nugini oun akhirnya menjadi negara dengan tingkat kemiskinan paling tinggi sedunia. Cuma sekitar 10% saja warga Papua Nugini yang mempunyai akses listrik. Di tengah kemiskinan ini, Perdana Menteri Peter O’Neill lah yang dituduh Cuma ingin menguntungkan dirinya sendiri lewat berbagai macam kebijakan dan juga proyek yang disepakatinya.

“Papua Nugini terlalu besar untuk dipimpin oleh hanya satu orang saja. Negara ini bukan untuk bisnis satu orang,” ungkapnya. “Papua Nugini nyaris tenggelam. Kami perlu kapten yang baik,” tukasnya.

O’Neill dituduh Korupsi Sejak Lama

Sebelum desakan mundurnya Peter O’Neill tahun ini, sebetulnya rakyat Papua Nugini dan jajaran pejabat sudah mendesaknya untuk mundur. Namun sejak tahun 2016 lalu, O’Neill bersikeras tidak akan mundur dari jabatannya itu. Sudah banyak yang mendesaknya termasuk mahasiswa lewat aksi unjuk rasa.

“Saya ingin menyatakan secara jelas bahwa saya tak akan mengundurkan diri dari Kantor Perdana Menteri,”kata O’Neill pada tahun pertengahan 2016 lalu. O’Neill sendiri beralasan bahwa ia menghormati keputusan konsitituennya di Pemilu 2012 yang mempercayai dirinya sampai tahun 2017. Mahasiswa-mahasiswa dari Universitas PNG dan University of Technology Lae waktu itu melakukan unjuk rasa selama hamper 3 pekan. Mereka terus menuntut pengunduran diri Peter O’Neill dari kursi perdana Menteri.

Mereka juga sudah membuat petisi dan mengirimkan 10 lembar surat, menuduh O’Neill telah melakukan korupsi. Menurut mereka sendiri sudah terjadi kesalahan dalam pengelolaan keuangan pemerintah dan tak ada transparasi.

Tetapi, O’Neill dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak akan mundur. Tidak hanya itu, ia juga membantah semua tudingan dari para mahasiswa yang ditujukannya itu. Ia menuturkan bahwa tak masuk akal jika dirinya melakukan korupsi karena berlawanan dengan niat politiknya. Ia juga menambahkan bahwa sebaiknya mahasiswa-mahasiswa itu menghentikan aksi demonya dan kembali ke proses belajar mengajar.

Tidak hanya mahasiswa, jajaran Menteri Papua Nugini juga sampai dengan saat ini mendesak O’Neill agar segera mundur. Bahkan dari tahun 2016 lalu, seruan mosi tidak percaya sudah ada dan disampaikan oleh para Menteri. Mereka menyebut bahwa O’Neill adalah “pribadi yang tak layak dan patut untuk dijadikan sebagai seorang Menteri.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.