Nov 15

Resensi Film Persaudaraan Little Women

Kisah Little Women diangkat dari sebuah novel dengan judul yang sama karya Louisa May Alcott. Novel ini dipublikasikan pada tahun 1868 dan menjadi salah satu karya klasik dalam perkembangan Sastra Amerika. Banyak yang menyanjung novelnya, dan ketika dihadirkan dalam bentuk visual menjadi sebuah film maka Little Women pun memiliki banyak orang yang tertarik karenanya. Perjalanan empat bersaudara ini memiliki takdir berbeda dan setiap cerita sangat menyenangkan untuk dinikmati sebagai drama paling asyik.

Kisah empat Bersaudara di Amerika

Emma Watson yang menjadi Meg bersaudara dengan tiga gadis lainnya yaitu Jo yang diperankan oleh Saoirse Ronan, Beth yang diperankan oleh Eliza Scanlen, dan Amy yang diperankan oleh Florence Pugh. Mereka lahir dan tumbuh menjadi gadis di daerah Massachussetts. Pekerjaan ayahnya adalah tentara yang saat itu sedang perang dan ditempatkan di Washington. Mereka hidup dengan ibunya yang diperankan oleh Laura Dern. Ibu dari empat bersaudara ini lebih sering dipanggil dengan panggilan Marmie.

Meskipun bukan keluarga yang kaya, mereka dididik dengan baik sehingga mampu memiliki karakter yang baik. Ibunya selalu mengingatkan untuk peduli dengan sesama. Karena tumbuh di keluarga yang demokrasi, maka gadis gadis tersebut pun memiliki kesempatan untuk berani memutuskan hal besar untuk kehidupan mereka sendiri. Begitu juga dengan pernikahan, di mana mereka sudah memiliki usia yang cukup bertemu dengan teman lelaki dan bergabung bersama dengan orang lain di dalam komunitas yang lebih besar.

Sang Ibu tampak tegar dan sejak adegan awal sudah ada pernyataan: “Gadis gadis itu harus pergi melihat dunia dan mengambil keputusan untuk dirinya sendiri.” Bagaimana kisah dan cerita perjalanan kehidupan empat bersaudara ini, film Little Women akan menjadi penggambaran yang apik, menyenangkan untuk dilihat dan mampu memberikan banyak sekali inspirasi dalam kehidupan terutama untuk mereka yang bersaudara dengan banyak perempuan. Jika penonton punya saudara perempuan maka film ini wajib ditonton bersama.

Takdir Masing Masing Gadis

Baik Meg, Jo, dan dua saudara lainnya memiliki takdir yang berbeda beda. Beth sebagai gadis sulung, memiliki impian untuk menikah dengan pria yang mapan dan memiliki penampilan yang baik. Dengan begitu dia bisa menghindari pekerjaan pekerjaan domestik link slot deposit pulsa tanpa potongan seperti yang biasa dilakukan di rumah. Namun, sekarang ini dia malah jatuh cinta kepada John Brooke yang diperankan oleh James Norton. Keduanya bahkan memutuskan untuk menikah. John bekerja sebagai guru private di sebuah sekolah.

Berbeda lagi dengan Jo. Karakter Jo sama persis seperti penulis novelnya dimana sastra dan kebebasan adalah hal yang paling disukai. Jo menjadi fokus dengan banyak hal yang berhubungan dengan tulisan. Bahkan dirinya menjadi relawan mengajar dengan banyak anak didik. Bukannya mencari suami, Jo di dalam film Little Women memiliki kegiatan bersama anak didik dan banyak tulisan. Dia memutuskan untuk tinggal di New York dan menyewa kos di sana. Bagaimana dengan Beth dan Amy?

Beth memiliki sifat pemalu dan sering sakit. Dari Jo dia mendapatkan banyak pengetahuan karena Jo pandai bercerita, sedangkan Amy adalah orang yang artistic. Banyak lukisan yang disukai dank arena itu dia memiliki kesempatan untuk masuk sekolah. Bersama dengan Bibi March dia bisa pergi ke Eropa melanjutkan sekolah di sekolah lukis. Harapanya bisa menikahi bangsawan kaya. Penggambaran yang apik untuk film Little Woman sehingga harus ditonton oleh semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published.